HAK ALLAH TA'ALA
Pemateri : Ustadz Fachry Permana
Ini merupakan hak yang paling utama dan
paling besar kewajibannya untuk ditunaikan. Karena dia merupakan hak Allah
ta'ala sang Pencipta Yang Maha Agung dan Berkuasa, Yang Maha Mengatur atas
semua perkara. Hak Penguasa, pemilik Kebenaran dan Penjelasan, Yang Maha Hidup
dan Terjaga, yang dengannya langit dan bumi ditegakkan, Dia menciptakan segala
sesuatu dan mengaturnya dengan penuh kecermatan. Hak Allah yang telah
menciptakanmu dari tidak ada dan tidak disebut sebelumnya. Hak Allah yang telah
merawatmu dengan segala ni'mat saat engkau berada di perut ibumu dalam
kegelapan, saat tidak ada seorangpun yang dapat menyampaikan makanan dan semua
kebutuhan untuk pertumbuhanmu. Dialah yang menyiapkan engkau air susu ibu dan
memberimu petunjuk, kemudian disediakannya kedua orang tua yang memiliki kasih
sayang kepadamu. Dia yang memberimu berbagai ni'mat, akal dan pemahaman serta
menyiapkan dirimu untuk menerima ni'mat dan memanfaatkannya.
وَاللّهُ
أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ
الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari
perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (An Nahl: 78).
Seandainya karunia Allah dihentikan
sekejap mata saja niscaya kamu akan binasa, dan seandainya rahmat Allah diputus
sesaat saja niscaya kamu tidak akan hidup. Jika demikian halnya karunia Allah
kepadamu maka hakNya merupakan hak yang paling besar, karena berkaitan dengan
hak yang menciptakanmu dan memberimu kesiapan (menghadapi hidup) dan pertolongan.
Dia tidak mengharapkan darimu rizki atau makanan.
لَا
نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
"Kami tidak minta rezki darimu,
Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi
orang yang bertakwa". (Thaha:
132).
Yang Dia minta dari kita hanyalah satu
dan itupun kebaikannya akan kembali kepada kita, Dia meminta kita untuk
beribadah kepada-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya.
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا
أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki
sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku
makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi Rezki Yang Mempunyai Kekuatan
lagi Sangat Kokoh".
(Adz-Dzariyaat: 56-58).
Dia menginginkan agar kita menjadi
hamba-Nya dengan semua makna yang terkandung dalam kalimat penghambaan, sebagaimana
Dia adalah Tuhan kita dengan semua makna yang terkandung dalam kalimat
ketuhanan.
Seorang hamba yang tunduk kepada-Nya,
mengerjakan segala perintah-Nya dan menghindari setiap larangan-Nya,
membenarkan seluruh berita-Nya, karena semua ni'mat-Nya meliputi seluruh diri
anda, tidakkah kita malu untuk membalas segala ni'mat tersebut dengan
kekufuran?
Seandainya anda berhutang budi kepada
seseorang, niscaya anda enggan untuk melakukan perbuatan sewenang-wenang
terhadapnya atau jelas-jelas menentangnya, maka bagaimana halnya dengan Rabb-mu
yang segala karunia-Nya untukmu, Dialah yang dengan kasih sayang-Nya
menghindarkan anda dari berbagai mara bahaya. Dia berfirman:
وَمَا
بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ
تَجْأَرُونَ
"Dan apa saja nikmat yang ada pada
kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan,
maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan". (An Nahl: 53).
Sesungguhnya hak yang telah Allah
wajibkan untuk diri-Nya ini sangatlah mudah bagi siapa yang Dia berikan
kemudahan. Hal itu karena Dia tidak mendatangkan kesulitan dan kesusahan. Allah
ta'ala berfirman:
وَجَاهِدُوا
فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي
الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ
الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ
وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ
النَّصِيرُ
"Dan berjihadlah kamu pada jalan
Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia
sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.
(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian
orang-orang muslim dari dahulu. Dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya
Rasul itu menjadi saksi atas kamu sekalian dan kamu sekalian menjadi saksi atas
segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu
kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik- baiknya
Pelindung dan sebaik-baik Penolong". (Al Hajj: 78).
Hal tersebut merupakan aqidah yang
agung, keimanan terhadap kebenaran serta amal shaleh yang mendatangkan hasil,
aqidah yang batangnya adalah cinta dan pengagungan sedang buahnya adalah
keikhlasan dan kesabaran.
Shalat lima waktu sehari semalam,
dengannya Allah menghapuskan segala kesalahan dan mengangkat derajat serta
memperbaiki hati dan keadaan. Seorang hamba dapat melakukannya sesuai dengan
kemampuannya.
فَاتَّقُوا
اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Maka bertakwalah kalian kepada
Allah semampu kalian". (At
Thaghabun:16).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda kepada Imran bin Hushain saat dia sakit:
صَلِّ
قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى
جَنْبٍ
"Shalatlah kamu dengan berdiri,
jika tidak mampu maka duduklah, jika tidak mampu, berbaring dengan miring ke
kanan ". (Riwayat Bukhari dan lainnya)
Kemudian zakat, merupakan sejumlah uang
yang tidak seberapa dari harta anda untuk dibagikan kepada kaum muslimin yang
membutuhkan, fakir miskin, Ibnu sabil, orang-orang yang terlilit hutang dan
lain-lainnya yang termasuk golongan penerima zakat. Zakat bermanfaat bagi orang
miskin dan tidak merugikan orang kaya.
Kemudian puasa pada bulan Ramadhan
sekali dalam setahun, dan siapa yang sakit atau bepergian (lalu berbuka
karenanya), maka (wajiblah dia bepuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,
pada hari-hari yang lain, dan siapa yang tidak mampu berpuasa selamanya dia
wajib memberi makan setiap hari puasa yang tidak dilakukannya seorang miskin.
Lalu pergi haji ke Baitullah sekali
dalam seumur hidup bagi yang mampu.
Demikianlah pokok-pokok ibadah dalam
ajaran Allah ta'ala. Adapun yang selainnya diwajibkan berdasarkan tuntutan yang
ada seperti jihad fi sabilillah atau karena adanya sebab yang mewajibkan
perbuatan tersebut seperti menolong orang yang dizalimi.
Perhatikanlah -wahai saudaraku- hak
Allah yang mudah dilaksanakan dan mendatangkan banyak pahala. Jika anda
melaksanakannya niscaya anda akan menjadi orang yang berbahagia di dunia dan di
akhirat, anda akan selamat dari api neraka dan akan masuk syurga.
فَمَن
زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Barang siapa dijauhkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam syurga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Ali Imran: 185).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar