HAK PEMIMPIN DAN RAKYATNYA
Pemateri : Ustadz Fachry Permana
Yang dimaksud adalah pemimpin yang
mengatur semua perkara kaum muslimin, baik kepemimpinannya bersifat umum
seperti kepala negara atau bersifat khusus seperti dalam sebuah lembaga
tertentu atau dalam pekerjaan tertentu, setiap mereka memiliki hak yang wajib dipenuhi
oleh rakyatnya dan rakyatnya juga memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh
pemimpinnya.
Hak rakyat yang merupakan kewajiban
pemimpin adalah menunaikan amanah yang Allah bebankan kepada mereka dan wajib
memberikan pengarahan kepada rakyatnya serta berjalan di atas
peraturan-peraturan yang lurus yang menjamin kemaslahatan dunia dan akhirat.
Hal tersebut terwujud dengan cara
mengikuti jejak kaum muslimin dan jalan yang telah dilalui oleh Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat
kebahagiaan bagi mereka dan rakyatnya dan siapa saja yang di bawah tanggung
jawabnya dan inilah hal yang paling efektif untuk membuat rakyat ridha kepada
pemimpinnya, hubungan terjalin di antara mereka, rakyat akan tunduk terhadap
perintah mereka dan menjaga amanah yang dilimpahkan kepada mereka.
Sesungguhnya siapa yang bertakwa kepada
Allah maka manusia akan segan kepadanya dan siapa yang mengejar keridhaan
Allah, maka cukuplah Allah yang akan menjadikan manusia sebagai pendukungnya
dan ridha kepadanya karena hati manusia berada di Tangan Allah, Dia yang
merubahnya sesuka-Nya.
Adapun hak para pemimpin yang merupakan
kewajiban rakyatnya adalah memberikan nasihat atas kepemimpinan mereka atas
berbagai urusan rakyatnya serta memberikan peringatan jika mereka melakukan
kelalaian dan mendoakan mereka jika mereka mulai berpaling dari kebenaran.
Melaksanakan segala perintah mereka jika
di dalamnya tidak terdapat maksiat kepada Allah, karena hal tersebut menjadikan
segala urusan berjalan tertib dan teratur. Sebaliknya jika tidak tunduk kepada
setiap perintah mereka, terjadilah kekacaun dan berbagai urusan menjadi kacau.
Karena itu Allah ta'ala memerintahkan untuk ta'at kepada-Nya, ta'at kepada Rasul-Nya dan kepada para pemimpin.
Firman-Nya:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ
مِنكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman
ta'atlah kalian kepada Allah dan ta'atlah kalian kepada Rasul dan pemimpin di
antara kalian." (An-Nisa
:59).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ
الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ فَإِذَا
أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ
"Bagi seorang muslim wajib
mendengar dan ta'at (kepada para pemimpinnya), baik hal itu dia sukai ataupun
dia benci, kecuali jika dia diperintahkan melakukan maksiat, jika (pemimpin)
memerintahkan kepada kemaksiatan maka tidak boleh didengar dan dita'ati" (Muttafaq alaih).
Abdullah bin Umar berkata: "Saat
kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan,
kami singgah pada sebuah tempat, maka seseorang penyeru Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam menyerukan: "Asshalaatu Jaami 'ah (Mari shalat
berjamaah), maka berkumpullah kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam lalu dia bersabda: "Tidak ada seorang nabipun yang diutus Allah
ta'ala kecuali dia harus mengarahkan ummatnya kepada kebaikan yang dia ketahui
untuk mereka (umatnya), dan memperingatkan mereka dari keburukan apa yang dia
ketahui, dan sesungguhnya ummat kalian kebaikannya telah diberikan kepada
generasi pertama, sedangkan generasi berikutnya akan ditimpa ujian dan berbagai
perkara yang mereka tolak, Akan datang fitnah sehingga satu sama lain saling
memperbudak, dan kemudian datang fitnah hingga seorang mu'min akan berkata:
"Inilah kehancuranku", kemudian datang lagi fitnah dan orang-orang
akan berkata serupa. Maka siapa yang ingin dihindarkan dari api neraka dan
dimasukkan dalam syurga hendaklah dia menemui kematiannya dalam keadaan beriman
kepada Allah dan hari akhir dan hendaklah kamu melakukan sesuatu terhadap orang
lain apa-apa yang kamu suka seandainya hal tersebut dilakukan orang lain
terhadap kamu. Dan barang siapa yang berbai 'at kepada seorang imam dengan mengulurkan
tangannya dan dengan sepenuh hati maka hendaklah dia mentaatinya semampunya dan
jika datang (pemimpin) yang lainnya dan menentangnya maka tebaslah batang leher
pemimpin yang lain itu". Seseorang bertanya kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam "Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu jika
ada seorang pemimpin yang selalu menuntut kepada kami hak mereka dan menahan
hak-hak kami, apa yang engkau perintahkan, lalu beliau berpaling darinya,
kemudian dia bertanya hal itu lagi, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam: "Dengarkanlah (pemimpin itu) dan ta'atilah, karena
bagi mereka apa yang dibebankan untuk mereka dan bagi kalian apa yang
dibebankan untuk kalian." (HR. Muslim).
Di antara hak-hak para pemimpin yang
merupakan kewajiban rakyatnya adalah bantuan rakyatnya dalam melaksanakan
kewajiban mereka dalam bentuk realisasi atas setiap tuntutan yang ditugaskan
kepada mereka dan agar setiap warga negara mengetahui perannya dan tanggung
jawabnya dalam masyarakat sehingga semua perkara berjalan tertib sesuai yang
diharapkan, karena seorang pemimpin jika tidak dibantu rakyatnya dalam memenuhi
setiap kewajiban mereka niscaya kepemimpinannya tidak akan berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar